Membangun Kemandirian dari Dialog: Strategi Komunikasi Partisipatif di Yayasan Penyandang Cacat Mandiri.

Authors

  • Sance Irene Mofu Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat Desa APMD
  • Yuli Setyowati Sekolah Tinggi Pembangunan Masyarakat Desa APMD

DOI:

https://doi.org/10.47431/jkp.v4i2.870

Keywords:

komunikasi partisipatif, komunikasi pemberdayaan, kemandirian disabilitas

Abstract

Pascagempa Bantul tahun 2006, penyandang disabilitas menghadapi berbagai persoalan sosial dan ekonomi, seperti keterbatasan akses kerja, ketergantungan terhadap bantuan, serta rendahnya kepercayaan diri akibat perubahan kondisi fisik dan sosial. Kondisi ini menuntut adanya proses pemberdayaan yang tidak hanya berorientasi pada pemenuhan kebutuhan ekonomi, tetapi juga pada penguatan kapasitas, partisipasi, dan kemandirian. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi komunikasi partisipatif yang diterapkan oleh Yayasan Penyandang Cacat Mandiri (YPCM) dalam membangun kemandirian penyandang disabilitas. Penelitian ini didukung oleh teori komunikasi partisipatif dan komunikasi pemberdayaan yang menekankan dialog setara, partisipasi aktif, serta penempatan individu sebagai subjek perubahan. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan penelitian lapangan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Informan dipilih secara purposive sampling dengan jumlah sembilan orang yang terdiri atas pengurus yayasan dan pekerja penyandang disabilitas yang terlibat aktif dalam kegiatan kerja di Yayasan Penyandang Cacat Mandiri. Data dianalisis menggunakan model analisis interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi komunikasi partisipatif diwujudkan melalui komunikasi dialogis, pendampingan kerja, pelibatan penyandang disabilitas dalam tahap perencanaan hingga evaluasi, serta penggunaan media komunikasi yang inklusif dan fleksibel. Temuan ini memperkuat teori komunikasi pemberdayaan bahwa komunikasi yang setara dan kontekstual mampu meningkatkan kapasitas individu. Dampaknya terlihat pada peningkatan kemandirian ekonomi, keterampilan kerja, kemandirian sosial, serta orientasi masa depan penyandang disabilitas. Penelitian ini menyimpulkan bahwa komunikasi partisipatif berperan penting sebagai strategi pemberdayaan dalam membangun kemandirian penyandang disabilitas, serta menjadi pendekatan komunikasi yang manusiawi dan berkelanjutan.

References

Bungin, B. (2017). Penelitian Kualitatif: Komunikasi, Ekonomi, Kebijakan Publik, dan Ilmu Sosial

Lainnya. Jakarta: Kencana.

Darmasetiadi, Doni dan Rufus Goang Swadesy. (2026). Participatory Communication in

Community Empowerment: A Study of Sociocultural Traditions. The Journalish: Social

and Government. Vol.7 (1). http://thejournalish.com/ojs/index.php/thejournalish/index

Fatin, Salsabila. Septiani, Dian Nabila dkk. (2025). Dinamika Psychological Empowerment

pada Komunitas Perempuan Pelaku Usaha (Studi Kualitatif). Observasi: Jurnal Publikasi

Ilmu Psikologi. Vol. 3 (1). https://doi.org/10.61132/observasi.v4i1.1986

Freire, P. (1985). Pedagogy of the Oppressed. New York: Continuum. Edisi Indonesia diterjemahkan oleh Utomo Dananjaya, Mansour Fakih, Roem Topati masang & Jimly Assiddiqie. LP3ES. Jakarta.

Freire, P. (2022). Pendidikan Kaum Tertindas. Medpress Digital

Hoof, K. van. (2016). Communication for Development One-year master 15 Credits

Communication & Implementation for Social Change: Mobilizing knowledge across

geographic and academic borders. World Bank.

Jatmiko, Bambang P. (2026). Tantangan Inklusivitas Masih Hambat Penyandang Disabilitas Masuk Dunia Kerja. Kompas.com. https://lestari.kompas.com/read/2026/01/23/211502586/tantangan-inklusivitas-masih-hambat-penyandang-disabilitas-masuk-dunia-kerja.

Moleong, Lexy J. (2019). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Rappaport, J. (1987). Terms of Empowerment/Exemplars of Prevention: Toward a Theory for Community Psychology. American Journal of Community Psychology, 15(2), 121–148.

Sarmiati, Sukri M. (2026). Peran Media Dan Strategi Komunikasi Pemberdayaan Dalam

Mengelola Konflik Sosial: Tinjauan Literatur Komunikasi Pembangunan. Psikotes: Jurnal Ilmu Psikologi, Komunikasi, dan Kesehatan Masyarakat. Vol. 3 (1).

Setyowati, Y. (2016). Tindakan komunikatif masyarakat “Kampung Preman” dalam proses

pemberdayaan. Jurnal ASPIKOM, 3(1), 16–32.

Simamora, Irma Yusriani, Miko, Resty dkk. (2025). Penerapan Konsep Komunikasi Partisiaptif

pada Pembangunan di Indonesia. Jurnal Ilmu Komunikasi, Administrasi Publik dan Kebijakan Negara. Vol.2 (3).

Sugiyono. (2019). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, R&D. Bandung: Alfabeta.

Zimmerman, M. A. (1995). Psychological empowerment: Issues and illustrations. 23(5), 581–599.

Downloads

Published

2025-12-30

How to Cite

Mofu, S. I., & Setyowati, Y. (2025). Membangun Kemandirian dari Dialog: Strategi Komunikasi Partisipatif di Yayasan Penyandang Cacat Mandiri. Jurnal Komunikasi Pemberdayaan, 4(2), 202–217. https://doi.org/10.47431/jkp.v4i2.870

Issue

Section

Articles